Pages

Friday, January 6, 2012

Laporan Kunjungan Perusahaan PT. AHEB - Kratingdaeng


BAB I
PENDAHULUAN
Banyak masyarakat yang berpandangan kalau minuman penambah stamina adalah minuman yang berbahaya untuk dikonsumsi. Tapi apakah pandangan masyarakat tersebut adalah benar? Pada kesempatan kali ini saya akan membahas salah satu produk minuman penambah stamina yang cukup terkenal, dengan merk dagang Kratingdaeng.
Saya akan mengusut zat-zat apa saja yang terkandung di dalam minuman ini, apa manfaat yang akan diterima apabila kita mengkonsumsi minuman ini, apa efek sampingnya jika kita mengkonsumsi minuman ini secara berlebihan, dan lewat laporan ini juga saya akan membuktikan apakah pandangan masyarakat diatas adalah suatu kebenaran atau bukan. Informasi yang akan saya sampaikan dalam laporan ini saya dapat dari hasil penelitian langsung terhadap Perusahaan penghasil minuman dengan merk dagang Kratingdaeng tersebut.

1.2 Tujuan dan Manfaat Penulisan

Tujuan Penulisan
Tulisan ini bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca, antara lain para masyarakat yang memilik pandangan negative terhadap minuman penambah stamina, para pelajar yang mungkin kurang atau bahkan tidak mengenal minuman penambah stamina, serta para konsumen minuman berenergi yang mungkin tidak mengetahui efek samping yang akan ditimbulkan apabila mengkonsumsi minuman berenergi secara berlebihan. Saya harap melalui laporan ini para pembacanya dapat menilai apakah pandangan masyarakat selama ini benar adanya atau tidak.

Manfaat Penulisan
Manfaat yang akan didapat melalui laporan ini adalah:
1. Bertambahnya wawasan para pembaca
2. Mengetahui tahapan dalam proses produksi Kratingdaeng
3. Mengetahui apa saja bahan-bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan Kratingdaeng.
4. Dapat mencontoh pemanfaatan limbah hasil produksi pabrik

1.3 Visi dan Misi Perusahaan

      Visi Perusahaan
“Menjadi industry manufaktur minuman energy dan minuman kesehatan berstandar mutu internasional yang mampu memulihkan stamina serta menjaga kesehatan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya”

Misi Perusahaan
Perusahaan berkomitmen memproduksi minuman energy dan minuman kesehatan dengan menggunakan :
    •  Mesin-mesin berteknologi tinggi· 
    • SDM yang berkompeten dengan etos kerja yang tinggi· 
    • Bahan baku dan bahan pembungkus dengan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh perusahaan pemberi lisensi· 
    • Sistem manajemen terintregrasi: 
    • System manajemen mutu. 
    • System managemen lingkungan. 
    • System managemen keamanan pangan. 
    • System managemen keselamatan dan kesehatan kerja.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Bentuk Badan Usaha

2.1.1 Pengertian
Badan Usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan untuk mencari keuntungan dan berfungsi sebagai badan tertinggi yang mengurusi perusahaan, sehingga suatu Badan Usaha mempunyai lebih dari satu perusahaan.

2.1.2 Bentuk Badan Usaha PT. AHEB

A. Menurut Lapangan Usahanya
Menurut lapangan usaha yang digelutinya, PT. AHEB termasuk dalam jenis Badan Usaha Industri. Yang dimaksud dengan Badan Usaha Industri adalah jenis badan usaha yang mengola bahan mentah menjadi bahan jadi, bahan mentah menjadi bahan setengah jadi, dan bahan setengah jadi menjadi bahan jadi.


· Bahan mentah adalah bahan yang perlu diolah dulu agar dapat memenuhi kebutuhan, misalnya kapas dan kayu gelondongan.
· Bahan setengah jadi adalah hasil olahan dari bahan mentah tapi masih perlu diolah lagi agar siap digunakan, contoh benag bagi industri tekstil dan tepung bagi industri roti.
· Bahan jadi adalah hasil akhir proses pengolahan yang sudah siap untuk digunakan, misalnya baju, sepeda dan televisi. Contoh Industri kecil : pengrajin sepatu, mebel, alat-alat rumah tangga, dan tahu tempe. Contoh Industri besar: perusahaan tekstil, mobil, semen dan elektronik

Tujuan BUMS :
Mencari keuntungan semaksimal mungkin
Mengembangkan usaha dan modal
Membuka lapangan kerja

B. Menurut Kepemilikan Modal
Menurut kepemilikan modalnya, PT. AHEB termasuk dalam Badan Usaha Milik Swasta Asing (BUMS Asing). Yang dimaksud dengan Badan Usaha Milik Swasta adalah adalah badan usaha yang dimiliki oleh swasta. Badan usaha ini sepenuhnya dikelola dan permodalannya dari pihak swasta. Sedangkan Badan Usaha Milik Swasta Asing yaitu badan usaha yang modal atau manajemennya dikuasai oleh orang-orang asing.

C. Menurut Perbandingan Penggunaan Tenaga Kerja dan Mesin
Berdasarkan perbandingan penggunaan tenaga kerja dan mesinnya, perusahaan ini termasuk Badan usaha padat modal. Hal ini dikarenakan di dalam kegiatannya, perusahaan lebih banyak menggunakan mesin dibandingkan dengan penggunaan tenaga kerja manusianya.

D. Menurut Bentuk Hukumnya
Menurut bentuk hukumnya, PT. AHEB termasuk dalam Badan Usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Perseroan Terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. Di dalam PT pemilik modal tidak harus memimpin perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal untuk menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT / persoroan terbatas dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan lainnya.

Ciri dan sifat PT :
· Merupakan kelanjutan dari FIRMA
· Terdiri dari anggota / sekutu pasif dan aktif
· Sebagian anggota mempunyai tanggung jawab terbatas dan sebagian lainnya bertanggung jawab terbatas
· Modal Perusahaan dapat ditambah dengan mudah
· Kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi
· Kelangsungan hidup perusahaan PT ada di tangan pemilik saham
· Dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham
Kepemilikan mudah berpindah tangan
· Keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen
· Kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang
saham
· Sulit untuk membubarkan PT
· Pajak berganda pada pajak penghasilan / PPh dan pajak deviden

                2.2 Produk yang Dihasilkan
PT. AHEB menghasilkan produk berupa minuman berenergi / yang bermanfaat sebagai penambah stamina. Produk yang dihasilkan antaral lain dikenal dengan merk dagang sebagai berikut:
1. Kratingdaeng Reguler
2. Kratingdaeng Super
3. Torpedo

Identifikasi Produk
A. Menurut Kebutuhan Konsumen
Seperti yang kita ketahui minuman berenergi seperti Kratingdaeng dikonsumsi dengan batasan-batasan tertentu, yang artinya tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Disamping itu produk ini hanya dikonsumsi oleh beberapa pihak, seperti pekerja yang sehari-harinya melakukan pekerjaan berat yang memerlukan kekuatan fisik yang kuat. Oleh karena itu, setelah dilihat dari intensitas konsumen mengkonsumsinya, produk ini termasuk dalam Kebutuhan Penunjang. Yang dimaksud dengan kebutuhan penunjang adalah berbagai alat pemuas kebutuhan lain diluar kebutuhan pokok yang sifatnya menunjang kehidupan lebih baik, tetapi bukan kemewahan, biasanya kebutuhan penunjang tiap orang berbeda-beda, tidak selalu sama antara orang yang satu dengan yang lainnya.


B. Menurut Kebiasaan Konsumen Membeli Barang Kebutuhan
Produk yang dihasilkan oleh PT. AHEB, yaitu Kratingdaeng dan Torpedo biasa tersedia di toko-toko sekitar tempat tinggal, atau di supermarket. Oleh karena kemudahan konsumen untuk menemukan dan membeli produk ini, maka menurut kebiasaan konsumen membeli barang kebutuhan, produk ini termasuk dalam kategori Barang yang mudah didapat, yaitu barang yang dapat dibeli di tempat yang mudah dicapai.

2.3 Jenis dan Kualitas Produk
Suatu jenis produk tertentu biasanya mempunyai cii-ciri spesifik, seperti :
1. Ukuran
2. Harga
3. Kemasan
4. Dan atribut lainnya

Penentuan macam dan jenis Produk yang akan diproduksi didasarkan atas pertimbangan pengaruh adanya kombinasi produk terhadap hal-hal berikut :
1. Keuntungan
2. Penguasaan pasar
3. Posisi pasar
4. Selera pasar
5. Keinginan konsumen terhadap jenis produk


Setiap produk yang dihasilkan tentu tidak bisa dipisahkan dengan manfaatnya sebagai pemenuh kebutuhan. Beberapa hal yang dapat ditunjukan melalui adanya kualitas produk, yaitu :
1. Kualitas menyatakan tingkat kemampuan dari suatu merek atau produk dalam melaksanakan fungsinya.
2. Kualitas menunjukkan ukuran tahan lamanya produk yang bersangkutan, dan dapat dipercayainya produk tersebut.


Kebanyakan produk disediakan dalam 4 (empat) kualitas yaitu:
1. Kualitas rendah
2. Kualitas sedang
3. Kualitas baik
4. dan Kualitas tinggi.

Jenis produk berupa barang dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :

A. Jenis Produk yang Diperdagangkan
Berdasarkan jenis produk yang diperdagangkan, produk yang dihsilkan oleh PT. AHEB merupakan barang-barang consumers goods. Barang consumers goods ialah barang-barang pemenuh kebutuhan manusia yang dirancang agar dapat langsung digunakan, tanpa perlu diolah lagi sebelum digunakan.

B. Jenis Produk Berdasarkan Tujuan Pemakaiannya
Jenis produk berdasarkan tujuan pemakaiannya terdiri dari beberapa macam, antara lain:
a. Shopping Goods
Barang yang harus dibeli dengan mencari dulu dan didalam membelinya harus dipertimbangkan masak-masak misalnya dengan menbandingkan mutu,hatga,kemasan dan sebagainya.
b. Convinience Goods
Barang yang mudah dipakai,membelinya dapat disembarang tempat dan pada setiap waktu.
c. Speciality Goods
Barang yang mempunyai ciri khusus, selain itu barang ini juga hanya dapat dibeli di tempat - tempat tertentu saja dan memerlukan pelayanan yang khusus juga.
d. Unsought Goods
Barang yang tidak dicari dan pemasarannya dengan cara mendatangi konsumen langsung.


Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa Kratingdaeng dan Torpedo termasuk dalam kelompok Convinience Goods. Hal ini disebabkan karena kedua produk ini sifatnya mudah dicari bila diperlukan kapan pun, dan dapat ditemukan di took-toko terdekat.

2.4 Keunggulan Produk

A. Kratingdaeng Reguler
Terdapat 8 zat bermanfaat yang terkandung di dalam Komposisi Kratingdaeng Reguler antara lain:
1. Taurine 1000 mg.
2. Caffeine 50 mg.
3. Inositol 50 mg.
4. Niacinamide (Vitamin B3) 20 mg.
5. Pyridoxine HCL (Vitamin B6) 5 mg.
6. Dexpantheno 5 mg.
7. Cyanocobalamin (Vitamin B12) 5 mcg.
8. Sugar (Gula Murni) 25 g.

B. Kratingdaeng Super
Sedangkan di dalam Komposisi Kratingdaeng Super terkandung 11 zat bermanfaat di dalamnya, yaitu antara lain:
1. Taurine 1000 mg.
2. Caffeine 50 mg.
3. Inositol 50 mg.
4. Niacinamide (Vitamin B3) 20 mg.
5. Pyridoxine HCL (Vitamin B6) 5 mg.
6. Dexpantheno 5 mg.
7. Cyanocobalamin (Vitamin B12) 5 mcg.
8. Sugar (Gula Murni) 25 g.
9. Glucuronolactone (Asam Amino) 400 mg.
10. Lysine (Asam Amino) 50 mg.
11. Choline Bitartrade (Vitamin) 50 mg.

C. Torpedo
Torpedo adalah salah satu variant produk minuman berenergi yang dikemas menjadi minuman gelas yang memiliki harga terjangkau, sehingga bisa dinikmati oleh kalangan menengah bawah. Walaupun Torpedo dijual dengan harga terjangkau tetapi minuman ini tetap mengandung zat-zat bermanfaat didalamnya.

Zat-zat tersebut antara lain :
1. Taurine
2. Caffeine
3. Inositol
4. Vitamin B3
5. Vitamin B6
6. Pro Vitamin B5
7. Vitamin B12
8. Gula Murni

Torpedo memilik beberapa keunggulan dibandingkan minuman berenergi yang dikemas dalam bentuk minuman gelas ataupun dalam bentuk sachete. 


Torpedo
Cup Merk Lain
Sachete
Tenaga / Kalori
30 Kilo Kalori
30 Kilo Kalori
10 Kilo Kalori
Taurine
1000 mg
Kurang dari 200 mg
Bervariasi & ada juga yang 1000 mg
Vitamin
Mengandung 5 Vitamin B (Merk Internasional) :
  1. Inositol
  2. Vitamin B3
  3. Pro Vitamin B5
  4. Vitamin B6
  5. Vitamin B12
Tidak Mengandung Vitamin
Ada Vitamin
(Generik)
Rasa
Enak dan Istimewa



Dan menurut perusahaan sendiri, keunggulan Torpedo disbanding dengan produk lain ialah :
ü Mutu Lebih Terjamin
ü Rasa Lebih Enak
ü Harga Tejangkau
ü Manfaat Lebih Hebat

       2.5 Peluang Usaha

Peluang usaha dalam kegiatannya menghasilkan produk di perusahaan sangat tingg tinggi, karena kondisi perusahaan yang mendukung serta memadai. Maksud dari kondisi perusahaan yang mendukung dan memadai adalah bangunan perusahaan dan kegiatan perusahaan yang bisa dibilang cukup besar sehingga bisa menimbulkan peluang usaha yang cukup besar pula. Berikut ini adalah fasilitas pabrik yang menjadi factor penunjang peluang usaha PT. AHEB :
1) Luas Tanah : 64.000 m2 = 6,4 ha
2) Luas Bangunan : 26.239 m3 = 2,6 ha
3) Kapasitas Mesin Terpasang : = 64.396.800 liter / tahun
= 429.312.000 botol / tahun
= 35.776.000 botol / bulan
4) Tenaga Kerja : 368 orang
· Semua tenaga kerja berasal dari Indonesia
· Sebagian besar tenaga kerja berasal dari lingkungan pabrik
· Tenaga ahli dan Manajemen berasal dari Jakarta dan sekitarnya, serta beberapa daerah di Indonesia

2.6 Proses Produksi

A. Sifat Proses Produksi

Dilihat dari kegiatan produksi yang dilakukan oleh perusahaan, PT. AHEB termasuk dalam Proses produksi yang terus – menerus. Hal ini dikarenakan proses produksi yang di;akukan berdasarkan pada ramalan penjualan dan bukan kepada jumlah pesanan yang masuk. Proses produksi yang terus-menerus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar, sehingga jumlah produk yang dibuat pada umumnya banyak.
Adapun sifat-sifat atau ciri-ciri dari proses produksi yang terus-menerus (countinous processes), yaitu :
1. Produk yang dihasilkan pada umumnya dalam jumlah besar dengan variasi yang sangat kecil dan sudah distandarisasikan.
2. Sistem atau cara penyusunan peralatannya berdasarkan urutan pengerjaan dari produk yang dihasilkan, yang biasa disebut product layout/departementation by product.
3. Mesin-mesin yang digunakan untuk menghasilkan produk bersifat khusus (Special Purpose Machines).
4. Pengaruh operator terhadap produk yang dihasilkan sangat kecil karena mesin biasanya bekerja secara otomatis, sehingga seorang operator tidak perlu memiliki keahlian tinggi untuk pengerjaan produk tersebut.
5. Apabila salah satu mesin/peralatan terhenti atau rusak, maka seluruh proses akan terhenti.
6. Job strukturnya sedikit dan jumlah tenaga kerjanya tidak perlu banyak.
7. Persediaan bahan mentah dan bahan dalam proses lebih rendah dari pada persediaan bahan mentah dan bahan dalam proses pada proses produksi yang terputus-putus.
8. Diperlukan perawatan khusus terhadap mesin-masin yang digunakan.
9. Biasanya bahan-bahan dipindahkan dengan peralatan yang tetap (fixed path equipment) yang menggunakan tenaga mesin, seperti konveyor.

B. Jenis dan Mutu Produk
Untuk menentukan jenis dan mutu produk, ada beberapa hal yang harus dipertimbang, yaitu :
1. Produk termasuk jenis tahan lama atau tidak
2. Bagaimana mutu produk
3. Bagaimana sifat permintaan konsumen terhadap produk yang akan dibuat
4. Produk yang akan diproduksi termasuk consumers goods atau produciens goods
Setelah mempertimbangkan beberapa point diatas, barulah suatu perusahaan dapat menentukan jenis dan mutu produk yang akan dihasilkan. Berdasarkan hasil pertimbangan point-point diatas, dapat disimpulkan jenis dan mutu produk yang dihasilkan PT. AHEB, yaitu:
1. Produk dapat bertahan selam 18 bulan
2. Mutu dan kualitas produk terjamin
3. Produk ditujukan kepada olahragawan atau mereka yang padat aktivitasnya
4. Termasuk barang consumers goods

C. Jenis Produk
Seorang wirausahawan perlu memperhatikan dan mempertimbangkan jenis produk yang disertai penelitian tentang beberapa hal. Berikut ini adalah hasil dari penelitian yang dilakukan oleh PT. AHEB :
1. Lokasi, perusahaan berdekatan dengan dengan pasar
2. Jumlah produk yang dihasilkan yaitu 429.312.000 botol / tahun, atau 35.776.000 botol / bulan
3. Sifat permintaan terhadap produk ialah sepanjang masa

2.7 Penyimpanan Hasil Produksi
Berdasarkan jenis barang yang diproduksi oleh PT. AHEB, ada beberapa kriteria penyimpanan barang hasil produksinya. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Harus di tempat yang steril / bersih dari debu
2. Harus disimpan di ruangan dengan suhu 88° celcius
3. Tidak boleh dimasuki oleh serangga / tikus
4. Harus tertib , aman, sehat
5. Harus dijaga oleh petugas khusus
6. Harus disimpan di gudang penyimpanan khusus

2.8 Pemasaran 

            2.8.1 Promosi
Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya promosi produsen atau distributor mengharapkan kenaikannya angka penjualan.

Tujuan promosi di antaranya adalah:
1. Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial
2. Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit
3. Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan
4. Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar
5. Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing
6. Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.
7. Mengubah tingkah laku dan pendapat konsumen

Sasaran promosi antara lain adalah sebagai berikut :
1. Seluruh masyarakat konsumen agar mereka mau membeli produk
2. Para pembeli / pelanggan produk dari perusahaan tersebut
3. Para pemakai produk pada waktu sekarang
4. Masyarakat yang mempunyai daya beli

Selain untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat, promosi juga memilki beberapa keuntungan lainnya, yaitu :
1. Meningkatkan omset penjualan produk
2. Membuat produk menjadi lebih terkenal
3. Meningkatnya produksi penjualan
4. Meningkatkan laba perusahaan

PT. AHEB melakukan produksi melalui beberapa bentuk, yaitu Advertensi, Personal Selling, dan Sales Promotion. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing bentuk promosi.

1. Advertensi
Metode ini adalah metode pemasaran yang dapat menjangkau banyak orang dan bisa diulang beberapa kali. Advertensi cocok digunakan untuk pasar umum. Sifat komunikasinya adalah satu arah. Dalam membuat iklan pertimbangkan tujuan promosi, biaya iklan, media yang dipilih, timing, dan evaluasi.
Dilihat dari media yang digunakan oleh PT. AHEB untuk melakukan promosi melalui metode advertensi, beberapa macam advertensi yang digunakan oleh PT. AHEB dalam kegiatan promosinya adalah :
1. Advertensi Cetak, yaitu berupa iklan pada surat kabar atau majalah
2. Advertensi Elektronik, yaitu berupa iklan melalui siaran radio dan televisi
3. Transit Advertising, yaitu berupa bulletin, poster, stiker, dan lainnya.
4. Advertensi di luar Rumah, yaitu berupa papan reklame.

2. Personal Selling
Personal selling adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya. Dengan tatap muka diharapkan bisa menimbulkan komunikasi timbal balik untuk membina hubungan yang baik antara produsen dengan konsumen.

Sifat-sifat personal selling antara lain :
• Personal confrontation, yaitu adanya hubungan yang hidup, langsung, dan interaktif antara 2 orang atau lebih.
• Cultivation, yaitu sifat yang memungkinkan berkembangnya segala macam hubungan, mulai dari sekedar hubungan jual beli sampai dengan suatu hubungan yang lebih akrab.
• Response, yaitu situasi yang seolah-olah mengharuskan pelanggan untuk mendengar, memperhatikan, dan menanggapi.

Personal Selling sangat dibutuhkan oleh perusahaan dalam usaha:
1. Menciptakan kepercayaan
2. Peragaan
3. Pembelian yang sifatnya sekali-sekali
4. Produk yang mempunyai nilai per unit sangat tinggi
5. Produk yang di desain sesuai dengan kebutuhan


Beberapa hal yang menjadi ciri dari kegiatan Personal selling ialah
1. Hubungan akrab
2. Hubungan langsung
3. Adanya tanggapan

3. Sales Promotion
Sales promotion merupakan segla kegiatan pemasaran untuk merangsang pembelian barang perusahaan. Alat- alat yang biasa digunakan dalam Sales promotion antara lain:
· Promosi yang diarahkan bagi para konsumen (consumer promotion) seperti
o Sampel
o Kupon
o Potongan harga (discount)
o Sayembara
o Demonstrasi
· Promosi yang diarahkan pada pedagang (trade promotion) seperti
o Diskon
o Pengiklanan
o Kontes dealer
· Promosi yang ditujukan pada para salesman seperti
o bonus dan kontes

2.8.2 Teknik Menjual
Teori AIDAS adalah salah satu teori menjual yang menerangkan dengan rinci mengenai tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh seorang penjual didalam melakukan kegiatan penjualan. Tahapan – tahapan dalam teori AIDAS adalah:
1. Attention (perhatian)
Penjual harus berusaha agar calon pembeli memperhatikan penawaran yang dilakukan calon penjual.
2. Interest (minat)
Penjual harus mengubah perhatian calon pembeli menjadi minat yang semakin kuat.
3. Desire (gairah/hasrat/keinginan)
Penjual harus bisa meyakinkan pembeli dengan menjelaskan keuntungan yang akan didapat calon pembeli apabila ia membeli produk yang ditawarkan, dan kerugian yang dialami jika tidak membeli produk tersebut.
4. Action (tindakan)
Penjual harus meyakinkan pembeli bahwa keputusan untuk membeli produk yang ditawarkan adalah keputusan yang tepat.
5. Satisfaction (kepuasan)
Penjual harus memastikan bahwa kualitas produk yang ditawarkan sesuai dengan apa yang dijelaskan.

2.8.3 Kepuasan Pelanggan
Kepuasan pelanggan adalah suatu keadaan dimana keinginan, harapan dan kebutuhan pelanggan dipenuhi. Suatu pelayanan dinilai memuaskan bila pelayanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Pengukuran kepuasan pelanggan merupakan elemen penting dalam menyediakan pelayanan yang lebih baik, lebih efisien dan lebih efektif.
Apabila pelanggan merasa tidak puas terhadap suatu pelayanan yang disediakan, maka pelayanan tersebut dapat dipastikan tidak efektif dan tidak efisien. Hal ini terutama sangat penting bagi pelayanan publik.
Beberapa Prinsip kepuasan pelanggan :
1. Pahamilah harapan pelanggan
2. Beri jaminan kepada pelanggan
3. Dengarkan suara pelanggan
4. Kepuasan pelanggan adalah sesuatu yang penting
5. Pelanggan yang loyal adalah pelanggan yang mau complain
Faktor – faktor yang mempengaruhi kepuasan para konsumen kratingdaeng adalah:
1. Kualitas Produk
Produk yang dihasilkan oleh PT. AHEB ini memiliki kualitas yang baik dimata masyarakat
2. Harga
Kualitas yang baik disertai dengan harga yang terjangkau semakin membuat pra konsumen puas.
3. Faktor Kemudahan
Produk ini mudah ditemukan ditoko-toko terdekat, sehingga membuat konsumen mudah mendapatkannya.

2.8.4 Penetapan Harga
Dalam menetapkan harga produk, perusahaan harus memikirkan kemampuan ekonomi tiap-tiap kelompok masyarakat, agar harga yang ditetapkan dapat dijangkau oleh semua kalangan. Apalagi apabila kita perhatikan selera pasarnya, kebanyakan konsumen minuman bereergi berasal dari kelas menengah bawah, oleh karena itu harga yang ditetapkan harus disesuaikan dengan konsumen mayoritasnya.
Untuk mencapai hal ini perusahaan menggunakan kemasan yang tidak terlalu memakan biaya pada saat proses produksinya. Kratingdaeng disajikan dalam kemasan botol kaca agar harga jualnya kelak tidak terlalu mahal, karena apabila menggunakan kemasan kaleng akan memakan biaya lebih.

2.9 Permasalahan yang Sering Timbul Dalam Perusahaan
Dalam suatu perusahaan pasti akan ada masalah yang timbul suatu saat nantinya. Berdasarkan hasil Tanya jawab kami dengan salah satu staf perusahaan ini, masalah yang sering timbul dalam pengiriman produk ke daerah-daerah luar Jakarta ada 2, yaitu:

1. Transportasi
Sulitnya pengiriman ke daerah-daerah luar Jakarta yang letaknya sangat jauh dari Jakarta, karena memerlukan biaya yang cukup mahal dalam pengirimannya, sehingga perlu dipikirkan transportasi alternative agar pengiriman dapat dilakukan dengan biaya sekecil mungkin.
2. Iklim
Iklim di Indonesia yang tidak menentu mengakibatkan penundaan pengiriman akibat hujan yang turun secara tiba-tiba, serta bencana alam yang timbul akibat perubahan iklim secara mendadak.


BAB III
PENUTUP

3.1 Info Tambahan ( Hasil Kunjungan Perusahaan)
Kratingdaeng didirikan oleh Mr. Chaleo Yoovidhya pada tahun 1970-an. Pada sekitar tahun 1980 Mr. Dietrich Mateschitz & Mr. Chaleo Yoovidhya mendirikan sebuah pabrik di Austria dengan merk dagang “Red Bull”. Pemilihan merk “Red Bull” untuk daerah Eropa dan Amerika, sebenarnya hanya untuk memudahkan pengucapannya, karena pada intinya “Red Bull” dan Kratingdaeng memiliki arti yang sama, yakni “Banteng Merah”. Kratingdaeng sendiri berasal dari Bahasa Thailand. sebenarnya arti dari lambang produk Kratingdaeng adalah "dua banteng beradu, mengeluarkan energi"

Kratingdaeng memiliki perusahaan di 5 negara yang berbeda, yaitu


Lokasi pabrik dan Area pemasaran:
* Thailand untuk Asia
* Austria untuk Eropa, Amerika dan Australia
* Indonesia untuk wilayah Indonesia
* China untuk wilayah China
* Vietnam untuk Negara-negara di Indo-China

Pada tahun 1996 mulai didirikan pabrik Kratingdaeng di Indonesia dengan nama PT. Asia Health Energy Beverages (PT. AHEB), perusahaan ini mulai berproduksi secara komersial pada November 1997. 

Kratingdaeng memiliki beberapa pengakuan dari banyak pihak antara lain:
1. ISO 9001: 2000, untuk system managemen mutu.
2. HACCP: 2002, untuk system managemen keamanan pangan.
3. ISO 14001: 2004, untuk system managemen lingkungan.
4. OHSAS 18001: 1999, untuk system managemen kesehatan dan keselamatan kerja.

Fasilitas Pabrik
· Luas Tanah : 64.000 m2 = 6,4 ha
· Luas Bangunan : 26.239 m3 = 2,6 ha
· Kapasitas Mesin Terpasang : = 64.396.800 liter / tahun
= 429.312.000 botol / tahun
= 35.776.000 botol / bulan
· Tenaga Kerja : 368 orang
· Semua tenaga kerja berasal dari Indonesia
· Sebagian besar tenaga kerja berasal dari lingkungan pabrik
· Tenaga ahli dan Manajemen berasal dari Jakarta dan sekitarnya, serta beberapa daerah di Indonesia

Kratingdaeng dapat diterima konsumen karena :
· Kualitas yang sangat baik untuk :
o Aroma
o Rasa
o Warna
o Khasiat / Manfaat
· Kualitas terbaik tersebut dapat diperoleh dengan harga produk yang terjangkau
· Didukung pemasaran yang terarah & distribusi yang merata

Bahan baku Kratingdaeng antara lain :
1. Caffeine
Banyak terdapat pada kopi, teh, dan cokelat. Bermanfaat untuk memberi stimulant pada system jaringan syaraf agar tetap terjaga dan meningkatkan kesadaran serta konsentrasi.
2. Taurine
Adalah salah satu asam amino yang banyak terdapat pada ikan dan Air Susu Ibu (ASI). Bermanfaat untuk: Mengaktifkan dan memperbaiki fungsi jantung, Berperan dalam pengembangan fungsi otak, Membantu pengeluaran enzim dalam pencernaan lemak di dalam tubuh.
3. Inositol.
Mengatur aktifitas enzim dalam tubuh, Meningkatkan jaringan kerja pada syaraf.
4. Nichotanamide/ vitamin B3.
Merupakan komponen ko enzim dalam tubuh yang berfungsi mengubah gula dan lemak menjadi energy.
5. Pyridoxine Hcl (vit B6).
Untuk membantu metabolisme asam amino dan asam lemak.o Membantu pertumbuhan jaringan.
6. Dexpanthenol.
Di dalam tubuh menjadi komponen ko enzim yang berfungsi dalam metabolisme energy, protein, dan lemak.
7. Cyanocobalamin (vitamin b12)
Membantu pembentukan sel darah meraho Memperbaiki system syaraf, Membantu pertumbuhan jaringan.
8. Sugar (gula murni)
Gula yang digunakan berasal dari tebu dan telah di proses beberapa kali. Merupakan sumber karbohidrat yang mudah diserap dan di olah dalam tubuh menjadi energy.
9. Air baku.
Berasal dari mata air pegunungan dengan mutu yang terbaik di Jawa Barat. Pengolahan air dengan teknologi Perancis. Selain itu Air demin ini diperlukan untuk menjaga stabilitas larutan Kratingdaeng.

Bahan Pembungkus Primer
Untuk bahan-bahan pada produk Kraetingdeng, PT AHEB menggunakan prosedur yang sangat baik. Kita bisa melihat dari bahan-bahan pembungkus dalamnya seperti :
- Botol.
· Terbuat dari kaca (bukan dari plastik) karena dapat mencegah terjadinya kontaminasi dan menjamin botol tetap higienis.
· Botol tersebut adalah 100% botol baru dan bukan daur ulang.
-Cap / tutup botol.
· Menggunakan teknologi tutup berstandar internasional.
· Tutup botol ini menjamin bahan baku di dalamnya terjaga dengan aman dan tidak terkontaminasi dengan udara luar.
· Tutup botol ini membantu mengunci diri sehingga produk dalam kemasan dijamin sesuai dengan tanggal kadarluasa.
Setelah diproses, minuman ini di uji barisan laboratorium dan control mutu dengan staff yang kompeten dan modern.Contoh alat-alat dalam setiap minuman Kratingdaeng ini :

1. HPLC.
2. UV- SPEKTROFOTOMETER.
3. pH Meter Digital.
4. Pengujian di Lab Fisika dan Mikrobiologi.
Sasaran Konsumen

Sasarannya antara lain adalah pasar, Pusat kebugaran, warung, kantin, kaki lima, toko kelontong, lapangan golf. Kratingdaeng saat ini berhasil menguasai jaringan (hotel, restoran, kafe) salah satu pasar terbesar untuk kategori ini. Pria dan wanita, Berusia remaja sampai dewasa. Atlet, eksekutif, pelajar, yang menghendaki stamina prima. Banyak bertempat tinggal di daerah urban dan sub urban. Berpola pikir dinamis dan energik / banyak beraktivitas.

Proses Produksi


Pengolahan Limbah Cair



Pengolahan limbah cair di PT. AHEB dilakukan dengan system biologis menggunakan mikroba jenis :
· Anaerob
· Aerob

              Hasil pengolahan limbah cair adalah air yang sesuai baku mutu, sehingga aman dibuang ke lingkungan. Hasil pengolahan limah cair selain air adalah lumpur yang dapat dipergunakan sebagai pupuk.

3.2 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan pada laporan ini, kita dapat mengetahui bahwa pandangan masyarakat selama ini adalah salah. Minuman berenergi sebenarnya tidak berbahaya bagi kesehatan manusia apabila penggunaannya tidak secara berlebihan.
Ternyata di dalam satu botol Kratingdaeng terdapat 8 bahkan 11 macam zat bermanfaat. Zat-zat tersebut antara lain :
1. Taurine
2. Caffeine
3. Inositol
4. Niacinamide (Vitamin B3)
5. Pyridoxine HCL (Vitamin B6)
6. Dexpantheno
7. Cyanocobalamin (Vitamin B12)
8. Sugar (Gula Murni)
9. Glucuronolactone (Asam Amino)
10. Lysine (Asam Amino)
11. Choline Bitartrade (Vitamin)

Batas pengkonsumsian produk ini sampai dengan waktu kadaluarsanya adalah kurang lebih 18 bulan. Produk juga disimpan di suhu 88° celcius. Orang- orang yang ingin masuk ke tempat produksi harus benar-benar dalam keadaan steril dan bersih. Oleh karena itu siapapun yang masuk ke ruang produksi diharapkan mencuci tangannya terlebih dahulu dan juga menggunakan masker dan topi untuk menutup kepala.
Disamping itu PT. AHEB juga melakukan pengolahan limbah cair hasil kegiatan produksi di pabrik Kratingdaeng, sehingga limbah yang langsung dibuang ke sungai tidak akan menjadi permasalahan bagi penduduk sekitar, bahkan hasil limbah yang berupa lumpur bisa dimanfaatkan sebagai pupuk.

 
KATA PENUTUP
Saya mengucapkan terimakasih atas perhatian anda untuk membaca laporan saya ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi anda yang membacanya dan dapat menambah wawasan dan pengetahuan para pembacanya tentang manfaat dan kelebihan-kelebihan yang terkandung dalam sebotol minuman berenergi.
Dan kami mengharapkan dengan adanya laporan ini para pembaca dapat menyadari bahwa pandangan negative masyarakat terhadap minuman berenergi adalah tidak betul adanya. Semoga melalui laporan ini juga para pembacanya dapat mengerti proses produksi yang dilakukan perusahaan untuk menghasilkan produk Kratingdaeng.
Demikianlah laporan saya, mohon maaf apabila terdapat kesalahan pada penulisan kata - kata di dalam laporan ini.
 
Terima kasih
Penulis

 Daftar Pustaka

Michael Edvard Randall (2010). Bahan Laporan Study Tour Pabrik Kratingdaeng di Sukabumi. http://www.scribd.com/doc/16066563/Pertimbangan-Yang-Perlu-Diperhatikan-Dalam-Berbisnis-

Windy Oceany Azzarah.(2008). Tugas IPS. http://www.scribd.com/doc/16066563/Pertimbangan-Yang-Perlu-Diperhatikan-Dalam-Berbisnis-

Mardiyatmo.(2008). Kewirausahaan Untuk Kelas XI SMK. Yudhistira, Jakarta.

Syadiash.(2010). Jenis Badan Usaha dan Kegiatan Ekonomi. http://syadiashare.com/jenis-badan-usaha-dan-kegiatan-ekonomi-di-indonesia.html

Okasatria Novyanto.(2008). http://okasatria.blogspot.com/2008/01/manajemen-produksi.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Promosi_%28pemasaran%29

http://id.shvoong.com/business-management/marketing/1912045-bentuk-bentuk promosi/#ixzz1LlLYQL6z

http://id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/1991536-personal-selling/#ixzz1LlNLEMxm

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19211/3/Chapter%20II.pdf

1 comment: